Bukan Senior
by : Muhtaris BP
Kau seperti kakiku untuk melangkah
Menelusuri lorong-lorong kehidupanku yang keras,
Kau peluk aku dengan komentarmu
Saat aku gundah,resah,dan gelisah
Kaupun ceriahkan aku dalam hari_hari yang kabur
Kata_katamu menyentuh perasaan ku
Kata_katamu menyentuh pkikran ku
Kata_katamu menyentuh hatiku
yang belum pernah kudengar dan akhir nya ku dengar
Menelusuri lorong-lorong kehidupanku yang keras,
Kau peluk aku dengan komentarmu
Saat aku gundah,resah,dan gelisah
Kaupun ceriahkan aku dalam hari_hari yang kabur
Kata_katamu menyentuh perasaan ku
Kata_katamu menyentuh pkikran ku
Kata_katamu menyentuh hatiku
yang belum pernah kudengar dan akhir nya ku dengar
Walau memang,
Kadang mengasyikkan,
Kadang mengiris hati,
kadang juga penuh dengan tantangan,
Kadang mengasyikkan,
Kadang mengiris hati,
kadang juga penuh dengan tantangan,
Aku memang memahami korsa,
Satu rasa satu rata,
Itupun pun kami lakukan,
Benar benar ikhlas,
Bukan dongkol ataupun apa,
Lelah ataupun kehilangan suasana tenang,
Aku sadar dengan semua ini,
Hikmah itu tiada batas,
Datang kemari,
Hilang tak henti,
Keluarga pun juga,
Tak ada kata meninggalkan,
Tak ada kata melupakan,
Satu rasa satu rata,
Itupun pun kami lakukan,
Benar benar ikhlas,
Bukan dongkol ataupun apa,
Lelah ataupun kehilangan suasana tenang,
Aku sadar dengan semua ini,
Hikmah itu tiada batas,
Datang kemari,
Hilang tak henti,
Keluarga pun juga,
Tak ada kata meninggalkan,
Tak ada kata melupakan,
Hanya Ini yang bisa aku berikan
Hanya Puisi Ini untuk Kakak
Maaf juga jika puisi yang Muh ketik ini
tak sesuai dengan keinginan Kakak
sekali lagi terima kasih
Hanya Puisi Ini untuk Kakak
Maaf juga jika puisi yang Muh ketik ini
tak sesuai dengan keinginan Kakak
sekali lagi terima kasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar