Kamis, 22 Oktober 2020

Occupational Therapy 

KLINIK CERIA KITA

MINDFULNESS PROGRAM

 Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) adalah salah satu gangguan neurodevelopmental yang paling umum dengan onset masa kanak-kanak. ADHD adalah gangguan perkembangan yang ditandai dengan gejala kurang perhatian, hiperaktif, dan impulsif yang terjadi sebelum usia tujuh tahun.

Intervensi perilaku mencakup teknik tertentu seperti memberikan penghargaan untuk perilaku yang diinginkan (misalnya, penguatan positif) atau konsekuensi yang dituntut atas kegagalan untuk memenuhi tujuan yang diharapkan (misalnya, hukuman, biaya respons). Mengajarkan teknik perilaku kepada orang tua dan penggunaan intervensi perilaku di rumah dan lingkungan sekolah dapat meningkatkan perilaku anak dengan ADHD.


Latihan Berbasis Mindfulness

Mindfulness dianggap sebagai cara untuk menjadi dan bukan sebagai aktivitasi itu sendiri. Hampir semua aktivitas dapat dilakukan dengan kesadaran penuh (mindful awarnes). Awalnya terkait dengan psikologi Buddhis, istilah "mindfulness" berasal dari kata Sansekerta "Smṛti," yang secara harfiah diterjemahkan menjadi "yang diingat (that which is remembered)" (Williams, Leumann, & Cappeller, 2004). Dari sini, dapat dipahami mindfulness sebagai mengingat untuk memperhatikan pengalaman momen saat ini (Shapiro & Carlson, 2009; Black, 2011).



Selama mindfulness training, anak-anak dengan ADHD diajarkan untuk memusatkan perhatian mereka pada 'jangkar perhatian (attentional anchor)', seperti tubuh atau napas mereka, dan menjadi sadar di mana dan bagaimana pikiran mereka mengembara; mungkin, mereka menemukan diri mereka terganggu oleh tindakan anak-anak lain, melamun atau mendengarkan suara di ruangan lain.

Untuk mengetahui info lebih lanjut mengenai program itu silakan moms, datang Ke Klik Ceria Kita..


Tohudan,Colomadu Karanganyar

(0821) 779283793







Kamis, 14 Mei 2020

TERAPIS KERJA DI RSJ ?



Yoloo gaess, jadi baca ini deh...
Pernah denger/baca/temennya ada yg kerja di Okupasi Terapi ?

 






Well sbnernya Terapi Okupasi itu tidak sama dengan Fisio Terapi ya gaes..
Jadi TO itu memandirikan manusia dibagian fisik dan mental juga istilah guampangnya..

Kenapa bisa gitu ? Karena kerjanya dibagian rehabilitasi, nah TO merancang gimana caranya seseorang dapat melakukan aktivitas seperti sedia kala dengan suatu aktivitas tertentu, asekk..

OT sendiri bisa bekerja di area Pediatri/anak, Psikososial, dan Fisik dewasa.. nah disini aku ngebahas Psikososial dulu yo;











Psikososial sendiri kan area orang dengan gangguan Psikologis dan sosial tentunya, dimana gangguan pemafsiran kognitif (mental) nya apa yang dirasakan dan dilakukan itu berbeda..
Ya contoh gampang nya orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) / skizofrenia. Mereka bisa direhabilitasi kebanyakan disuatu instansi pemerintah seperti RSJ.









Untuk itu Terapis Okupasi jika diarea Psikososial bisa bekerja diRSJ, Dinas Sosial, Klinik Jiwa dan tentunya dengan kerjasama profesi lain. Seperti Psikiater, psikolog, dan perawat. DiRSJ sendiri ada area khusus rehabilitasi dimana orang-orang dengan gangguan jiwa tersebut mendapat terapi okupasi ditempat itu, sampai sini ada gambaran kan ? Mesti mikir, terus disitu diapain ? Gak takut apa ?




Oke, Ditempat rehabilitasi ini, kan seorang Terapis Okupasi memiliki pengetahuan saat kuliah (kaya gw nih WKWK) berupa sebuah Kerangka Acuan/Pendekatan untuk pengambilan terapi tersebut, salah satunya pendekatan Kongnitif Perilaku, jadi kita lebih memberikan terapi untuk memperbaiki kognitif(pemikiran) dan perilakunya, jadi kita tak oerlu takut menghadapi pasien pasien itu karena kebanyakan pasien takut sama kita, eh bukan takut, kaya paham kita gitu intinya. sampai sini hmm

Kaya Apa terapi nya ? Cepetan deh ,contoh nyataa !

Zabarr fans moi c*moii..











Contoh kasus aja nih ya, orang dengan Depresi gitu aja ya yang gampang, trs dia mbanting-mbanting barang dirumah kerjaannya WKKW gegara apa nehh .. :v

Akhirnya lama-lama dia berperilaku aneh dirumah, mulai dari diam lama bet, pokoknya sampai perilakunya beda,akhirnya dibawalah ke psikiater (didiagnosis) sama keluarganya,terus disarankan diinapkam diRSJ,Sampai diTerapi Okupasi ya akhirnya ,cepet bet  KWKW aku buat simple biar fans c*moi bahagiaa..

Hmm..

Terus direhab kan tadi pake pendekatan Kognitif perilaku, pertama ketika datang ditempat rehab itu kita(TO) assessment dulu nih, ya kaya pemeriksaan sesuai yang ada di Terapi Okupasi gitu, kita tanya-tanya in banyak, untuk mengukur permasalahan nya itu. Habis itu kita menyimpulkan permasalahannya, terus kita mulai tindakan terapi....
Mana woii lama bet ?




(Ini sedang mengetik) berupa Terapi kelompok( jadi banyak org) dan Terapi Individu, kalo terapi kelompok bisa senam bareng, olahraga,karaoke, ada kelas kerohanian juga, ada belajar menjawab soal2 gitu kaya kalo kita Diskusi Kelompok.
Yang individu kek apa emang ?
Seperti terapi aktivitas juga, kaya Latihan merawat diri, berkebun, menjahit,menyulam, membatik, dan disesuaikan dengan permasalahn diassesment tadi ya..
Oh ya Saat proses terapi, Okupasi terapis mendampingi pasien-pasien tersebut..
Akhirnyaa WKKWK












Proses (waktu) terapi rehabilitasi tergantung kondisi pasien ya, mungkin itu dulu gambarannya..
Mungkin masih ada pertanyaan dibenak kalian,
Jadi terapis tebel duitnya ?
Astaghfirullah, insyaallah ya,kalo kalian ikhlas mengerjakan sesuatu dan itu saLah 1 bentuk sosial kita kepada orang-orang khusus, tergantung ya kalau OT dibagian RSJ mungkin PNS kebanyakan, tau kan PNS gajinya brp kalo golongan lulusan D3/D4,belum lagi kalau terapis itu punya klinik dirumah hehe ,  kalo diarea Fisik Dewasa kan bisa tuh dirumah sakit besar Bisa tuh dapet cuan HAHA, tapi tergantung teraoi itu sendiri sebenernya, mau buat klinik sendiri bisa banget, jadi dosen pengajar aja juga sabi HEHE
Itu dulu ya bro sist,..
Stay tuned & jangan lupa follow blog ini...
See you !! Oh ya cemiiwiw